d o w n
Ah, roda memang sulit ditebak apalagi diatur ke mana harus digelindingkan. Berkali-kali kucoba untuk mengarahkan jalur perputarannya ke arah yang aku mau. Namun, roda tetaplah roda yang tak terduga. Kadang ke kanan kadang ke kiri. Kadang maju kadang mundur. Kadang diam kadang bergerak.
Berharap mengakhiri hari dengan sebuah senyuman seperti melihat sinar mentari di kutub. Aku senang melihat matahariku mengeluarkan cahaya berpendarĀ yang membuat siapa saja yang melihat menjadi tersilaukan oleh kuat sinarnya. Dan aku menikmati malam dengan wajah bercahaya. Namun, mungkin aku terlalu menaruh asa dan menambatkannya di sana. Aku sudah memahami segala bentuk godam yang akan menghantam dan meremukkan asa yang telah kupupuk. Memikirkannya lagi membuatku sedikit goyah. Angin dari ufuk barat memanfaatkan keadaan ini dan mencoba merealisasikan mimpinya. Akankah aku bertahan? Akankah aku melawan? Akankah aku berjuang? Akankah aku tetap kokoh tak tergoyahkan? Aku tidak dapat menjawab semua. Hanya kala yang memiliki kunci masa depan.
Matahariku… Melihatmu meredup kembali secara perlahan sungguh sangat menyesakkan jiwa. Hatiku terlalu rapuh untuk menyaksikannya. Aku merasakan ketidaknyamanan yang teramat sangat jauh di dalam lubuk terdalam. Sedangkan aku di sini masih berjuang untuk dapat meraih seberkas sinar untuk dapat menerangi hati dan menghangatkan batin. Apa yang dapat aku lakukan? Haruskah aku terbang kepadamu, matahariku? Bagaimana mungkin aku bisa meniupkan api sehingga engkau kembali bercayaha sedangkan aku sendiri sedang berjalan dalam lembah kebimbangan dan meyakinkan diri bahwa engkaulah cahayaku?
Matahariku, setengah nyawaku berada di tanganmu. Sebagian diriku berharap tidak ada hari kemarin. Namun, bagian diriku yang lain mengucap syukur bahwa kemarin adalah hari yang dapat dinikmati dengan sebuah senyum yang mengembang seiringbunga mawar yang kurajut dengan jari jemariku sendiri terus mengembang.
Matahariku, janganlah ragu untuk terus bersinar meskipun banyak yang tidak bersahabat dan ingin memadamkan dirimu. Berjuanglah. Dan yakinlah, aku tidak akan melanggar sumpahku untuk selalu menjagamu
Matahariku…

Tinggalkan Balasan